Sabtu, 29 Maret 2014

cerita anak..

Dahulu kala, hiduplah raja dan ratu yang kejam. Keduanya suka berfoya-foya dan menindas rakyat miskin. Raja dan Ratu ini mempunyai putra dan putri yang baik hati. Sifat mereka sangat berbeda dengan kedua orangtua mereka itu. Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna selalu menolong rakyat yang kesusahan. Keduanya suka menolong rakyatnya yang memerlukan bantuan. Suatu hari, Pangeran Aji Lesmana marah pada ayah bundanya, “Ayah dan Ibu jahat. Mengapa menyusahkan orang miskin?!” Raja dan Ratu sangat marah mendengar perkataan putra mereka itu. “Jangan mengatur orangtua! Karena kau telah berbuat salah, aku akan menghukummu. Pergilah dari istana ini!” usir Raja. Pangeran Aji Lesmana tidak terkejut. Justru Puteri Rauna yang tersentak, lalu menangis memohon kepada ayah bundamya, “Jangan, usir Kakak! Jika Kakak harus pergi, saya pun pergi!” Raja dan Ratu sedang naik pitam. Mereka membiarkan Puteri Rauna pergi mengikuti kakaknya. Mereka mengembara. Menyamar menjadi orang biasa. Mengubah nama menjadi Kusmantoro dan Kusmantari. Mereka pun mencari guru untuk mendapat ilmu. Mereka ingin menggunakan ilmu itu untuk menyadarkan kedua orangtua mereka. Keduanya sampai di sebuah gubug. Rumah itu dihuni oleh seorang kakek yang sudah sangat tua. Kakek sakti itu dulu pernah menjadi guru kakek mereka. Mereka mencoba mengetuk pintu. “Silakan masuk, Anak Muda,” sambut kakek renta yang sudah tahu kalau mereka adalah cucu-cucu bekas muridnya. Namun kakek itu sengaja pura- pura tak tahu. Kusmantoro mengutarakan maksudnya, “Kami, kakak beradik yatim piatu. Kami ingin berguru pada Panembahan.” Kakek sakti bernama Panembahan Manraba itu tersenyum mendengar kebohongan Kusmantoro. Namun karena kebijakannya, Panembahan Manraba menerima keduanya menjadi muridnya. Panembahan Manraba menurunkan ilmu-ilmu kerohanian dan kanuragan pada Kusmantoro dan Kusmantari. Keduanya ternyata cukup berbakat. Dengan cepat mereka menguasai ilmu-ilmu yang diajarkan. Berbulan-bulan mereka digembleng guru bijaksana dan sakti itu. Suatu malam Panembahan memanggil mereka berdua. “Anakku, Kusmantoro dan Kusmantari. Untuk sementara sudah cukup kalian berguru di sini. Ilmu-ilmu lainnya akan kuberikan setelah kalian melaksanakan satu amalan.” “Amalan apa itu, Panembahan?” tanya Kusmantari. “Besok pagi-pagi sekali, petiklah dua kuntum melati di samping kanan gubug ini. Lalu berangkatlah menuju istana di sebelah Barat desa ini. Berikan dua kuntum bunga melati itu kepada Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna. Mereka ingin menyadarkan Raja dan Ratu, kedua orang tua mereka.” Kusmantoro dan Kusmantari terkejut. Namun keterkejutan mereka disimpan rapat-rapat. Mereka tak ingin penyamaran mereka terbuka. “Dua kuntum melati itu berkhasiat menyadarkan Raja dan Ratu dari perbuatan buruk mereka. Namun syaratnya, dua kuntum melati itu hanya berkhasiat jika disertai kejujuran hati,” pesan Panembahan Manraba. Ketika menjelang tidur malam, Kusmantoro dan Kusmantari resah. Keduanya memikirkan pesan Panembahan. Apakah mereka harus berterus terang kalau mereka adalah Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna? Jika tidak berterus terang, berarti mereka berbohong, tidak jujur. Padahal kuntum melati hanya berkhasiat bila disertai dengan kejujuran. Akhirnya, pagi-pagi sekali mereka menghadap Panembahan. “Kami berdua mohon maaf, Panembahan. Kami bersalah karena tidak jujur kepada Panembahan selama ini.” Saya mengerti, Anak-anakku. Saya sudah tahu kalian berdua adalah Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna. Pulanglah. Ayah Bundamu menunggu di istana.” Setelah mohon pamit dan doa restu, Pangeran Aji Lesmana dan Puteri Rauna berangkat menuju ke istana. Setibanya di istana, ternyata Ayah Bunda mereka sedang sakit. Mereka segera memeluk kedua orang tua mereka yang berbaring lemah itu. Puteri Rauna lalu meracik dua kuntum melati pemberian Panembahan. Kemudian diberikan pada ayah ibu mereka. Ajaib! Seketika sembuhlah Raja dan Ratu. Sifat mereka pun berubah. Pangeran dan Puteri Rauna sangat bahagia. Mereka meminta bibit melati ajaib itu pada Panembahan. Dan menanamnya di taman mereka. Sehingga istana mereka dikenal dengan nama Istana Bunga. Istana yang dipenuhi kelembutan hati dan kebahagiaan.

Jumat, 26 Juli 2013

tips aman pulang kampung

. Mudik atau pulang kampung menggunakan bus ataupun kendaraan umum lainnya tentu lebih hemat dan aman dari pada menggunakan kendaraan pribadi. Selain itu, mudik menggunakan kendaraan umum juga bisa bermanfaat untuk membantu mengurangi kemacetan akibat banyaknya para pemudik yang pulang kampung. Berikut ini adalah beberapa tips sederhana agar mudik anda tetap aman dan nyaman selama naik bus atau kendaraan umum lainnya: Tentukan kendaraan atau angkutan yang akan digunakan. Tentukan apakah akan menggunakan angkutan (bus) biasa, AC atau AC eksekutif. Pesanlah tiket kendaraan melalui kantor perwakilan atau agen yang resmi. Bawalah barang secukupnya saja, jangan berlebihan. Membawa banyak barang bisa jadi nanti akan dikenakan ongkos bagasi. Selain itu, pencopet kerap mencari target orang-orang yang kerepotan membawa barang. Gunakan alas kaki yang memudahkan anda bergerak. Jangan menggunakan sepatu berhak tinggi (wanita), bersol (pria), atau sendal jepit. Jangan menggunakan perhiasan yang mencolok dan pastikan barang-barang berharga tersimpan dengan aman. Bawalah makanan dan minuman ringan untuk bekal di perjalanan. Kemacetan saat mudik biasanya membuat jadwal makan atau berhenti bus tidak menentu. Bawalah obat-obatan semisal minyak angin, antimo atau lainnya untuk berjaga-jaga selama di perjalanan. Selalu waspada selama di perjalanan. Jangan memakan makanan atau minuman dari teman seperjalanan yang baru anda kenal. Pastikan anda mengetahui letak dan prosedur penggunaan alat-alat keselamatan didalam bus. Perhatikan cara pengemudi menjalankan tugasnya, jika ugal-ugalan segera tegur atau laporkan di no pengaduan / layanan pelanggan Simpan tiket perjalanan anda. Pastikan tiket anda tidak tertinggal atau tercecer dijalan. Berdo’alah sebelum memulai perjalanan agar selamat sampai tujuan.

Kamis, 25 Juli 2013

tips mudik aman pake motor buat teman2 dari banjarnegara

E Tips Mudik Aman dengan Motor : Equipment Perjalanan Bagi anda yang hobi touring, tentu tidak asing dengan equipment wajib berkendara. Namun tidak salah kita replay ulang peralatan tersebut, agar terhindar dari sesuatu yang tidak di inginkan. Motor memiliki perhatian yang khusus dalam hal equipment keselamatan saat berkendara. Bebeda dengan mobil yang hanya menggunakan sabuk pengaman. Motor memiliki banyak peripheral yang perlu diperhatikan :. Helm. Ini equipment utama dari berkendara sepeda motor. Sesuai Undang-undang No. 22 tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan pasal 106 ayat 8 (semua pengendara sepeda motor dan penumpangnya memakai helm yang memenuhi SNI). Helm merupakan alat keselamatan pertama ketika terjadi benturan keras. Isi kepala kita, lebih mahal dari pada harga helm. So, membeli helm dengan harga diatas 100rb masih tergolong murah. Pilihlah elm yang ringan di kepala dan sesuai ukuran kepala kita. Helm yang longgar akan menyebabkan rasa tidak nyaman ketika berkendara. Pilih kaca helm yang bening, atau pelangi boleh asal yang tidak gelap sekali, pemilihan ini berguna saat cuaca hujan deras dan malam hari. Kaca helm yang sudah banyak goresan, sebaiknya segera di ganti. Cara membersihkan kaca helm bisa dibersihkan dengan minyak kayu putih. Jaket . Equipment ini selain melindungi pengendara dari dingin dan panas, juga melindungi dari benturan saat berkendara, baik disebabkan karena jatuh, angin atau lemparan benda kecil. Pilihlah jaket yang pas untuk ukuran badan, tidak terlalu longgar dan ketat. Jaket kulit sangat disarankan dalam berkendara, karena lebih tahan untuk melindungi dari benturan. Jaket dari bahan kain perlu memperhatikan ketebalan dan bahan. Jaket yang baik adalah jaket yang menutupi badan pengendara, termasuk lengan dan leher. Bila perlu, bisa memilih jaket yang water Masker . Masker melindungi pengendara dari asap dan bau ketika berkendara. Masker yang baik, apabila mampu menahan asap kendaraan dan nyaman di pakai. Apabila membeli masker, cobalah dahulu, sesuaikan dengan ukuran kepala masing-masing. Memakai sleyer sebagai pengganti masker tidak disarankan, kecuali terbuat dari material yang baik dan tidak mengganggu pernafasan. Masker disarankan menutup hidung dan leher. Cuci masker yang ada sebelum berpergian, agar bau masker lebih harum dan bersih. Apabila masker hanya menutup muka bagian bawah saja sudah cukup, namun apabila memakai masker sampai ke leher akan lebih baik karena menahan leher dari angin Kaos Tangan . Material ini membantu pengendara dalam urusan handle kendaraan. Licinnya stang kemudi bisa di atasi dengan Kaos tangan. Beberapa jenis kaos tangan beredar di pasaran, sebagai pertimbangan : pilih kaos tangan yang tidak terkalu kaku bahannya. Bisa juga memilih kaos tangan yang tidak menutup semua jari. Yang jelas, ketika memakai kaos tangan, kita bisa bebas mengerakkan jari-jari. Bahan dari semi kulit sangat disarankan, tapi misal bahan berasal dari kain tidaklah mengapa. Sepatu dan Kaos Kaki. Sangat disarankan, ketika hendak mudik memakai sepatu dan kaos kaki. Selain nyaman, pengendara akan terlindungi ketika terjadi benturan keras. Memakai sandal tidak disarankan, kecuali sandal tersebut memiiki kait pengaman dan melindungi hampir semua area kaki (biasa disebut sandal gunung). Otomatis kaos kaki harus ektra tebal. Banyak ketika terjadi benturan, sandal terlepas dari pengendara, hal ini sangat disayangkan. Karena kaki merupakan salah satu bagian utama hadling berkendara yaitu pengereman (untuk motor tipe manual). Tas bagpack dan Traveling . Tentu saja peripheral ini tak lepas dari pemudik. Saran yang utama ketika banyak membawa barang adalah mengirim dengan jasa courier . Bagpack disarankan sebagai tempat menaruh barang yang penting ketika perjalanan. Ketika harus menggunakan tas traveling, usahakan terikat kencang dan tidak mudah jatuh. Perhatikan juga tali tas tersebut,/raincoat.jpg" imageanchor="1" > jangan sampai terurai resiko masuk ke dalam roda atau rantai. Apabila memakai motor matic, silahkan di taruh di depan. Untuk motor type cub boleh di depan, dengan di ikat yang kencang dan tidak boleh melebihi tinggi stang kemudi. Bisa juga membawa Travel Pouches untuk menyiman barang yang sering dipakai semisal air dan dompet.